Pada dasarnya setiap akun harus diberi nama yang  jelas untuk memudahkan pencatatan, memudahkan dalam menganalisa jenis transaksi apa harus dicatat dalam akun-akun tersebut. Misal akun persediaan barang dagang digunakan untuk mencatat semua hal yang berhubungan dengan persediaan barang, baik itu karena adanya kegiatan pembelian, retur atau penjualan.

Untuk jumlah akun sendiri, ini sangat bergantung pada kebutuhan perusahaan dan tidak ada aturan baku mengenai hal itu. Misal pada perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan non transportasi, akun untuk kendaraan yang dibuat berbeda, pada perusahaan non transportasi akun kendaraan hanya akun kendaraan saja, tidak seperti perusahaan transportasi yang jumlah akun kendaraannya lebih dari satu dan lebih rinci sesuai dengan jenisnya seperti truk, bus, sedan dan sebagainya.

Lalu, bagaimana dengan penomorannya? Hal ini pun tidak ada aturan bakunya, namun untuk memudahkan biasanya nomor akun mengacu pada klasifikasi atau kelompok akun. Selanjutnya tinggal menentukan jumlah angka (dijit) yang akan digunakan, tujuannya untuk memudahkan jika suatu hari ada perubahan seperti penambahan akun baru. Berikut contoh penomoran akun:

1xxxxx  untuk kelompok Aset
2xxxxx  untuk kelompok Kewajiban (utang)
3xxxxx  untuk kelompok Ekuitas (modal)
4xxxxx  untuk kelompok Pendapatan
5xxxxx  untuk kelompok biaya

Jika ada kasus, misal asetnya ada dua klasifikasi; Aset lancar dan aset tetap, maka penomorannya bisa dibuat seperti dibawah ini:

110000             untuk kelompok Aset Lancar
111000             untuk akun kelompok Kas dan Bank
111010             untuk akun Kas Kecil
111020             untuk akun Kas di Tangan
111030             untuk akun Bank xxxx
111040             untuk akun Bank xxxx

112000             untuk akun Piutang
112010             untuk akun Piutang Karyawan
112020             untuk akun Piutang Dagang

120000             untuk akun kelompok Aset Tetap (Jangka Panjang)
121000             untuk akun Tanah
122000             untuk akun Bangunan
122100             untuk akun HP (harga perolehan) Bangunan
122200             untuk akun Akumulasi Bangunan

Bagaimana, mudahkan? Penjelasannya sebagai berikut:

  • Akun dengan nomor awal 11xxxx berarti untuk aset lancar
  • Akun dengan nomor awal 111xxx untuk kas dan bank
  • Akun dengan nomor awal 112xxx untuk piutang
  • Akun dengan nomor awal 12xxxx berarti untuk aset tetap
  • Akun dengan nomor awal 121xxx untuk tanah
  • Akun dengan nomor awal 122xxx untuk bangunan

Itulah penjelasan singkat mengenai cara memberi nama dan nomor pada akun. Semoga bermanfaat!

Sumber :
1. Arifin, Johan (2009). Dasar-dasar Akuntansi Menggunakan Microsoft office Excel 2003/2007. Jakarta : Elex Media Komputindo.
2. www.freepik.com (picture)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here