Setiap perusahaan membutuhkan ketersediaan dana yang memadai untuk tetap bisa menjalankan operasionalnya atau melakukan ekspansi bisnis. Dalam memperoleh dana, perusahaan pada umumnya memiliki beberapa sumber alternatif yang secara garis besar dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu melalui pembiayaan ekuitas (equity financing) dan pembiayaan hutang (debt financing).

Hery dalam buku Financial Ratio for Business (2016) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pembiayaan ekuitas adalah pembiayaan dengan cara menerbitkan surat ekuitas, yaitu saham. Untuk perusahaan jenis persero atau korporasi, pembiayaan dilakukan dengan cara menjual saham kepada investor (pemegang saham). Selanjutnya bukti dari kepemilikan saham atas suatu perusahaan disebut dengan sekuritas ekuitas. Sedangkan pembiayaan hutang adalah pembiayaan yang dilakukan dengan cara perusahaan menerbitkan surat hutang, seperti wesel atau pun obligasi yang kemudian bukti kepemilikan hutang tersebut dikenal dengan istilah sekuritas hutang.

Sekuritas Ekuitas (Equity Security)

Sekuritas ekuitas adalah saham yang dijual perusahaan kepada investor melalui pasar modal. Setiap lembar saham menggambarkan kepemilikan pemegang saham atas perusahaan dan memberikan hak kepada pemegangnya untuk memperoleh deviden dan memberikan hak suara terkait kebijakan perusahaan. Namun kepemilikan ini hanya bersifat sementara dan akan diserahkan ke investor lainnya ketika saham tersebut dijual.

Tidak seperti sekuritas hutang, sekuritas ekuitas tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan juga tidak ada pembayaran bunga oleh perusahaan. Namun, terdapat resiko yang melekat pada sekuritas jenis ini yaitu nilai saham yang fluktuatif sehingga bisa mengakibatkan kerugian pada Investor ketika harga saham turun atau sebaliknya mendapatkan keuntungan ketika harga saham lebih tinggi dari harga ketika investor membeli saham tersebut.

Sekuritas Hutang (Debt Security)

Pembiayaan melalui hutang bisa dilakukan dengan menerbitkan sekuritas hutang seperti obligasi, deposito, saham preferen, obligasi pemerintah dan lain-lain. Instrumen hutang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah kepada calon kreditor harus menjelaskan tingkat suku bunga, tanggal jatuh tempo, tanggal sekuritas hutang akan diperbaharui, jumlah yang akan dipinjam dan lain-lain. Tingkat suku bunga sekuritas hutang tergantung pada tingkat resiko pinjaman atau resiko pembayaran oleh debitor. Obligasi yang diterbitkan pemerintah biasanya memiliki suku bunga yang rendah (bebas resiko), karena di dalam ekonomi, pemerintah dianggap tidak mungkin mengalami kegagalan dalam melunasi obligasinya sebab pemerintah bisa menaikkan pajak atau mencetak uang untuk melunasinya.

Dibandingkan dengan sekuritas ekuitas, sekuritas hutang memiliki kekurangan yaitu terletak pada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi dan memerlukan pembayaran angsuran, bunga, maupun biaya lainnya seperti biaya administrasi, komisi dan biaya provisi. Namun, bagi debitor (perusahaan) pembiayaan melalui hutang memiliki beberapa keuntungan, diantaranya:

  1. Pemilik perusahaan bisa tetap mengendalikan perusahaan secara penuh karena kreditor tidak memiliki hak suara sebagaimana pemegang saham biasa.
  2. Bunga yang dibayarkan kepada kreditor bisa mengurangi beban pajak karena beban bunga mengurangi laba, sedangkan deviden dibagikan setelah dikurangi pajak.
  3. Laba per lembar saham biasa menjadi lebih besar karena jika pembiayaan dilakukan dengan menerbitkan saham maka jumlah lembar saham biasa yang beredar bertambah sehingga laba per lembar saham biasa menjadi lebih kecil.

Apa Perbedaan Sekuritas Ekuitas dan Sekuritas Hutang ?

Sekuritas ekuitas dan hutang sama-sama memberikan jalan bagi perusahaan untuk mendapatkan modal. Namun, terdapat perbedaan diantara keduanya, sekuritas ekuitas menawarkan pembagian kepemilikan atas perusahaan, sementara sekuritas hutang bertindak sebagai pinjaman. Sekuritas ekuitas tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan bisa diadakan atau dijual kapan saja, tetapi sekuritas hutang memiliki tanggal jatuh tempo. Sekuritas hutang memerlukan pembayaran bunga kepada kreditor sementara sekuritas ekuitas membayar deviden kepada pemegang saham, namun terkadang ada kemungkinan deviden tidak dibayarkan sedangkan pembayaran bunga merupakan suatu keharusan.

Kesimpulan
Sekuritas Equity vs Sekuritas Hutang

  1. Sekuritas ekuitas adalah saham yang dijual oleh perusahaan di pasar modal. Setiap lembar saham menggambarkan kepemilikan akan perusahaan.
  2. Tidak seperti sekuritas hutang, tidak ada pembayaran bunga dan tanggal jatuh tempo untuk sekuritas ekuitas.
  3. Pembiayaan melalui hutang bisa dilakukan dengan menerbitkan surat hutang seperti obligasi, deposito, saham preferen, obligasi pemerintah dan lain-lain.
  4. Sekuritas hutang memerlukan pembayaran bunga dan ada tanggal jatuh temponya.
  5. Kekurangan sekuritas hutang adalah resiko sulit untuk mendapatkan obligasi hutang karena obligasi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Daftar Pustaka
Hery. 2016. Financial Ratio for Business. PT. Grasindo, Jakarta
www.differentbetween.com

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here